Mengenal Gelang Risti Jemaah Haji Indonesia

Mengenal Gelang Risti Jemaah Haji Indonesia

Berita

Kesehatanhaji.com – Pelayanan kesehatan haji untuk jemaah asal Indonesia mendapat apresiasi yang baik dari Kementrian Kesehatan Arab Saudi. Hal ini tidak lepas dari kebijakan pelayanan kesehatan haji Indonesia yang menggunakan sistem penanda gelang kesehatan bagi jemaah haji beresiko tinggi sehingga mendapatkan pelayanan dan pemantauan yang lebih intensif dari petugas kesehatan haji di kloter masing-masing. Kendati demikian, gelang penanda risiko tinggi ini hanya diberikan kepada jemaah haji reguler.

Jenis Gelang Kesehatan Risti yang digunakan Jemaah Haji Indonesia

Gelang Risti ini merupakan penanda kesehatan pada jemaah haji Indonesia, dan gelang ini tidak boleh dilepas selama di Arab Saudi seperti gelang pengenal (gelang paspor). Ada 3 jenis gelang yang digunakan sebagai penanda resiko tinggi pada jemaah haji :

  1. Gelang Risti Hijau
  2. Gelang Risti Kuning
  3. Gelang Risti Merah

Gelang kesehatan (risti) warna hijau digunakan pada jemaah haji Indonesia yang berumur lebih dari 60 tahun namun tidak mempunyai riwayat penyakit apapun. Walaupun tanpa resiko tertentu, jemaah haji ini tetap harus memakai gelang agar mudah dibedakan dengan jemaah haji yang berumur kurang dari 60 tahun. Tanpa Resiko Tinggi bukan berarti tidak akan terjadi apa-apa saat di Arab Saudi, maka dari itu harus tetap diawasi.

Gelang kesehatan (risti) warna kuning, diberikan dan wajib digunakan oleh jemaah haji Indonesia yang berusia kurang dari 60 tahun, namun memiliki faktor resiko penyakit tertentu. Jemaah haji dengan gelang kuning biasanya harus menjaga kesehatan dan minum obat secara rutin selama di Arab Saudi. Bila ada keluhan segera periksakan diri kepada dokter yang ada di kloter masing-masing.

Gelang kesehatan (risti) warna merah, diberikan kepada jemaah haji Indonesia yang berumur lebih dari 60 tahun dan mempunyai penyakit tertentu. Disarankan jemaah haji dengan gelang merah, mempunyai pendamping selama di Arab Saudi, agar dapat mendeteksi apabila terdapat masalah pada jemaah haji tersebut.

 

Gelang Risti Jemaah Haji Indonesia

Menurut data pada tahun 2016 kemarin, jumlah jemaah haji Indonesia yang bergelang merah sebanyak 20.879 (34% dari total Risti), yang bergelang kuning sebanyak 29.267 jemaah (47,96% dari total Risti), sedangkan yang bergelang hijau sebanyak 10.882 jemaah (17,83% dari total jemaah Haji Indonesia yang Risti. Total jumlah jemaah Haji Indonesia yang Risti tahun 2016 adalah 61.028 jemaah (47,29% dari keseluruhan jemaah haji Indonesia tahun 2016).

 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Bagi Calon Jemaah Haji Indonesia

Antrian untuk berangkat menunaikan ibadah haji sangat lama, bahkan ada yang mendaftar sekarang, 25 tahun lagi baru berangkat. Maka dapat dipastikan beberapa tahun yang akan datang, hampir semua jemaah haji Indonesia berumur tua. Ini akan menyebabkan jumlah jemaah haji Risti naik dari tahun ke tahun.

Bimbingan kesehatan haji sebaiknya memang dilakukan semenjak orang tersebut mendaftar sebagai calon jemaah haji Indonesia. Bimbingan kesehatan haji tersebut diharapkan akan mampu menjaga kesehatan para calon jemaah haji Indonesia tetap sehat saat menunggu giliran keberangkatan ke Tanah Suci.

Kegiatan penyuluhan kesehatan haji dalam bentuk kelompok bimbingan haji seharusnya lebih efektif guna memantau kesehatan calon jemaah haji. Namun sampai saat ini, bimbingan kesehatan biasanya dilakukan apabila sudah melunasi BPIH, ini menurut saya agak terlambat untuk mencegah faktor resiko penyakit, namun efektif untuk menyetabilkan penyakit dengan melakukan beberapa tahap pemeriksaan kesehatan yang sudah lazim dilakukan di daerah masing masing.

Walaupun begitu, kami berharap banyak jemaah haji Indonesia yang mabrur, begitu pula petugas kesehatan haji nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *