Jamaah Haji Berisiko Tinggi Naik Drastis, Angka Kematian Turun

Berita
Tahun 2016 ini Jumlah Jamaah haji risti naik, tapi kematian turun : pra Armina, foto : Okezone
Tahun 2016 ini Jumlah Jamaah haji risti naik, tapi kematian turun : pra Armina, foto : Okezone

MAKKAH – Secara statistik jumlah jamaah haji meninggal pada Rabu, 7 September 2016 dibandingkan pada kurun waktu yang sama pada tahun lalu turun drastis, dari 117 menjadi 71 orang. Padahal jumlah jamaah berisiko tinggi (risti) justru mengalami kenaikan pada musim haji tahun ini.

Tahun ini jamaah risti tercatat lebih banyak jumlahnya ketimbang tahun lalu, yaitu dari 83.730 jamaah menjadi 95.210 orang.

“Haji wafat 71 orang, kalau kita bandingkan tahun lalu 117 orang, padahal prosentase risti lebih tinggi,” ujar Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi Doktor dr Eka Jusup Singka MSc di hadapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meninjau KKHI di Makkah.

Menyambung paparan koleganya, Kepala Pusat Kesehatan Haji Haji dr Muchtaruddin Mansyur, mensinyalir turunnya jumlah kematian jamaah haji di tanah suci salah satunya lantaran diterapkannya sistem jemput bola.

“Barangkali karena early detect. Begitu jamaah turun dari pesawat dalam kondisi lemas. Misalnya, langsung kita tangani. Dengan upaya ini severity dapat ditekan tapi angka kunjungan pasien jadi tinggi,” terangnya.

“Alhamdulillah, artinya pencegahan dini lebih baik tahun ini yang menyebabkan jamaah wafat lebih sedikit. Ini semua bisa dicapai karena memang preventif, hal-hal terkait upaya bagaimana berpola hidup sehat dan penanganan sejak dini ini dilakukan sehingga bisa menekan angka jamaah wafat,” respons Menag dengan ekspresi puas.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil turut angkat suara melihat fenomena ini. Menurut dia, kabar baik ini tak lepas juga dari tindakan pengetatan pelolosan jamaah haji yang tidak memenuhi syarat sehat sejak di embarkasi.

“Bukan bermaksud takabur, pengamatan saya di embarkasi memang tahun ini agak ketat meloloskan mereka-mereka yang masuk kategori tak bisa berangkat, meski mereka yang mengalami bilang ‘wah kok tahun ini ketat’. Menurut saya ada implikasi ini,” ungkapnya.

Gagal jantung menjadi penyebab utama meninggalnya para jamaah haji. Dari 71 orang yang meninggal, tercatat 49 orang atau 69 persen akibat penyakit ini, kemudian akibat gangguan pernafasan 8 orang atau 11 persen, kanker 6 orang, circulatory diseases dan penyakit lain. (fzy)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/09/08/337/1484157/jamaah-haji-berisiko-tinggi-naik-drastis-angka-kematian-turun

Semua atas kehendak Allah subhanahuwata’ala. Semoga pelayanan haji tahun 2016 dan seterusnya semakin baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *