Jemaah Haji Cuci Darah tidak bisa pergi Haji 2016 ?

Kesehatan

Benarkah Calon Jemaah Haji Cuci Darah tidak bisa pergi Haji?

Tahun ini ada yang istimewa dari pelayanan kesehatan haji Indonesia, pasalnya saat ini sudah ada peraturan yang mengatur masalah Istithaah kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji. Rancangan peraturan ini sebenarnya sudah lama digulirkan, mengingat banyak calon jemaah haji yang sebenarnya tidak memenuhi persyaratan istithaah ini.
Penderita gagal ginjal kronis dengan cuci darah maupun CAPD tidak lagi bisa berangkat ke tanah suci. Banyak sekali kendala di lapangan saat pelayanan jemaah dengan keadaan tersebut diatas terutama saat pelayanan cuci darah.
Dulu sebelum ada Permenkes No. 15 Tahun 2016, semua jemaah gagal ginjal kronis dengan cuci darah maupun CAPD bisa berangkat ke Tanah Suci dengan berbagai macam konsekuensi. Kalau dia jemaah cuci darah, maka ia harus rela antri di Rumah Sakit Arab Saudi menunggu giliran cuci darah, belum lagi kalau telat datang ke Rumah Sakit karena sulitnya transprotasi disana, maka ia tidak akan dapat jadwal cuci darah tentu ini sangat menyulitkan bagi jamaah maupun petugasnya.
Tidak semua Rumah Sakit rujukan di Arab Saudi dilewati Bus Shalawat

Sering jadwal cuci darahnya itu malam, jam 12 atau jam 1 pagi, saat orang sedang tidur istirahat jemaah cuci darah harus berangkat antri ke Rumah Sakit Arab Saudi.

Naik apa? ambulance? tentu tidak, Ambulance Sektor hampir 24 jam berputar, mengantar jemput pasien dari atau ke Rumah Sakit Rujukan Arab Saudi. Jemaah haji harus menggunakan taksi sendiri. Hal ini tentu sangat tidak nyaman bagi jemaah maupun bagi petugas.

Jemaah dengan CAPD pun demikian, harus sabar membawa cairan berliter-liter untuk cuci darah, dan hal ini tentu sangat merepotkan. Belum lagi kebutuhan ruang khusus dan bersih yang harus ada untuk proses penggantian cairan CAPD yang sulit disediakan. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan Permenkes No. 15 Tahun 2016 ini sebagai jawaban dari ketidak-jelasan kriteria Istithaah Kesehatan bagi calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci.

Istithaah merupakan salah satu syarat haji.  

Istithaah artinya mampu, baik secara Jasmasi (kesehatan), rohani, ekonomi, dan keamanan. Bila calon jemaah haji tidak memenuhi kriteria istithaah, maka ia tidak bisa berangkat berhaji.

Pada pelayanan kesehatan haji Indonesia tahun kemarin, ternyata banyak jemaah-jemaah dari Indonesia dengan kondisi yang seharusnya tidak wajib berhaji, karena tidak memenuhi kriteria istithoah. Ada jemaah haji yang menderita penyakit tua pikun (demensia) atau penyakit gila (skizophrenia). Sebenarnya ini tamparan bagi pelayanan kesehatan haji, bagaimana ceritanya jemaah dengan kondisi seperti itu bisa berangkat ke tanah suci dan tanpa pendamping. Apakah ada unsur kedekatan keluarga atau unsur politis, sehingga jemaah tersebut bisa meng- “cut” tahap pemeriksaan kesehatan dari tanah air. Kalau tahun ini masih ada jemaah yang demensia atau skizophrenia berarti ada yang salah dari pemeriksaan kesehatan haji tahap pertama dan kedua di Indonesia.
Pada pasal 13 Permenkes No.15 Tahun 2016 tersebut menerangkan beberapa penyakit yang tidak memenuhi kriteria istithaah kesehatan secara mutlak, yaitu kondisi yang mengancam jiwa, keadaan gila/psikosis dan penyakit keganasan/kanker. Tentu saja pemerintah tidak sembarangan membuat peraturan, penyakit-penyakit tersebut sudah diteliti bertahun-tahun dalam pelayanan haji, menimbulkan angka kesakitan dan kematian tinggi di antara penyakit-penyakit yang lain.

Antisipasi Musim Panas Panjang di Arab Saudi

Salah satu isu yang harus antisipasi oleh pemerintah Indonesia adalah musim panas yang panjang, sampai 10 tahun kedepan. Tentu saja ini akan menjadi musim-musim terberat bagi Jemaah Haji Indonesia. Suhu bisa mencapai 46 derajat celsius. Dengan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi istithaah kesehatan, akan sangat sulit dan akan menyusahkan jemaah haji lain bila tetap memaksa untuk berangkat.

1 thought on “Jemaah Haji Cuci Darah tidak bisa pergi Haji 2016 ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *