Penetapan Kelayakan Kesehatan Calon Jemaah Haji

Kesehatan Pemeriksaan

Kesehatanhaji.comSetelah melakukan pemeriksaan tahap pertama dan kedua, selanjutnya akan dilakukan penetapan kelayakan kesehatan calon jemaah haji. Penetapan ini akan menentukan apakah jemaah haji tersebut layak untuk diberangkatkan haji oleh pemerintah.

BATASAN

Penetapan Kelaikan Kesehatan adalah upaya penentuan kelaikan jemaah haji untuk mengikuti perjalanan ibadah haji dari segi kesehatan, dengan mempertimbangkan hasil Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama dan Kedua melalui pertemuan yang dibuat khusus untuk keperluan tersebut oleh Tim Pemeriksa Kesehatan Puskesmas, Tim Pemeriksa Kesehatan Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Dinas Kesehatan Provinsi selambat-lambatnya dua minggu sebelum operasional embarkasi haji dimulai.

FUNGSI

Penetapan Kelaikan Kesehatan dilakukan untuk menentukan status kelaikan kesehatan jemaah haji mengikuti perjalanan ibadah haji.

PROSEDUR UMUM

a. Tim Pemeriksa Kesehatan Tahap Pertama dan Kedua dapat menyelenggarakan pertemuan Penetapan Kelaikan Kesehatan Jemaah Haji sejak dalam masa pemeriksaan kesehatan sampai selambat-lambatnya dua minggu sebelum operasional haji dimulai.

b. Pertemuan Penetapan Kelaikan Kesehatan Jemaah Haji diselenggarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

PROSEDUR PENETAPAN

Prosedur Penetapan Kelaikan Kesehatan adalah tata cara pelaksanaan penetapan kelaikan kesehatan jemaah haji untuk mengikuti perjalanan ibadah haji, sebagai berikut :

Baca Juga : Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama

a. Pengumpulan BKJH yang memuat hasil pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan pemeliharaan kesehatan, dan kesimpulan pemeriksaan.
b. Rekapitulasi hasil pemeriksaan jemaah haji dengan urutan sebagai berikut:
    1). Pengecekan kelengkapan data.
    2). Penilaian kelaikan kesehatan berdasarkan kesimpulan pemeriksaan.
    3). Penentuan kelaikan kesehatan, ditulis dalam BKJH.
c. Hasil penentuan kelaikan kesehatan jemaah haji dinyatakan dalam bentuk rekomendasi.
d. Rekomendasi disampaikan kepada Bupati/Walikota, ditembuskan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, PPIH bidang kesehatan embarkasi, dan Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi.

STANDAR KELAIKAN KESEHATAN

Standar Kelaikan Kesehatan adalah rumusan kriteria jemaah haji untuk memenuhi syarat kesehatan dalam mengikuti perjalanan ibadah haji secara mandiri, tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Penetapan memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat kesehatan mempertimbangkan aspek-aspek sebagai berikut :

a. Status Kesehatan.
Status kesehatan dikategorikan menjadi 4 (empat) yaitu Mandiri, Observasi, Pengawasan dan Tunda. Kriteria kategori lihat tabel. (Lampiran 15)

b. Peraturan Kesehatan Internasional dan Ketentuan Keselamatan Penerbangan.

1). Peraturan Kesehatan Internasional menyebutkan jenis-jenis penyakit menular tertentu sebagai alasan pelarangan kepada seseorang untuk keluar-masuk antar negara, yaitu ;
a) Penyakit Karantina 
(1). Pes (plague)
(2). Kolera (cholera)
(3). Demam kuning (yellow fever)
(4). Cacar (small pox)
(5). Tifus bercak wabahi (typhus xanthomaticus infectiosa/louse borne typhus)
(6). Demam balik-balik (louse borne relapsing fever)
(7). Penyakit menular lain yang ditentukan kemudian
b) Penyakit menular, yang menjadi perhatian WHO
(1). Tuberkulosis paru dengan BTA positip
(2). Kusta tipe multi basiler
(3). SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)
(4). Avian Influenza (AI)
(5). Influenza A baru (H1N1)
(6). Penyakit menular lain yang ditentukan kemudian
c) Imunisasi meningitis meningokokus ACW135Y, dibuktikan dengan kartu ICV (International Certificate of Vaccination) yang sah

Baca Juga : Waspadai Penularan Penyakit Infeksi saat Ibadah Haji

2). Ketentuan Keselamatan Penerbangan 
a) Penyakit tertentu yang berisiko kematian dikarenakan ketinggian / penerbangan.
b) Usia kehamilan
c) Jemaah haji dinyatakan TIDAK MEMENUHI SYARATapabila ;
1). Status kesehatan termasuk kategori Tunda.
2). Mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu pada saat di embarkasi.
3). Tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

1 thought on “Penetapan Kelayakan Kesehatan Calon Jemaah Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *