Penatalaksanaan Imunisasi Meningitis untuk Haji (Lampiran 2)

Kesehatan Pemeriksaan

Kesehatanhaji.com – Kali ini kita akan sedikit belajar tentang vaksinasi meningitis. Vaksinasi Meningitis wajib bagi umat Islam yang ingin mengerjakan ibadah haji atau umroh di Tanah Suci. Wajibnya vaksinasi ini karena dahulu pernah ada KLB (Kejadian Luar Biasa) yaitu wabah meningitis diantara jamaah haji.

Langsung saja kita, baca penjelasannya :

  • Imunisasi Meningitis meningokokus tetravalen pada jemaah haji diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
    label halal MUI
  • Bila imunisasi diberikan kurang dari 10 hari terhitung saat keberangkatan ke Arab Saudi harus diberikan profilaksis dengan Ciprofloxacin 500 mg dosis tunggal.

Baca juga : Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama

  • Komposisi Vaksin dan Kemasan Vaksin Tetravalent ACW135Y adalah preparat polisakarida murni yang diambil dari bahan Neisseria meningitidis group ACW135Y. Tersedia dua bentuk kemasan, yaitu dosis tunggal dan multi dosis (10 dosis).

Cara Penyimpanan Vaksin Meningitis

a. Penyimpanan vaksin dalam lemari es pada suhu 2 – 8 º C.
b. Pelarut dapat disimpan dalam suhu kamar

Cara Pelarutan dan Cara Imunisasi Meningitis

a. Ambil cairan pelarut, seluruh cairan pelarut disedot ke dalam semprit kemudian dimasukkan ke dalam botol vaksin, kocok perlahan-lahan sampai vaksin larut semua.

b. Vaksin yang telah dilarutkan dianjurkan untuk disimpan dalam termos es atau lemari es dengan suhu antara +2 dan +8 derajat Celsius. Vaksin terlarut diketahui tetap stabil selama 1 (satu) bulan bila terjaga pada suhu +4 derajat Celsius, atau setidaknya selama 1 (satu) minggu bila terjaga pada suhu +25 derajat Celsius dan sekitar 4 (empat) hari bila terjaga pada suhu +37  derajat Celsius.

c. Vaksin disiapkan dengan semprit 1 cc dengan takaran dosis 0,5 cc untuk umur 2 tahun ke atas dan 0,3 cc untuk umur dibawah 2 tahun.

d. Kulit di lengan kiri atas didesinfeksi dengan kapas alkohol kemudian vaksin disuntikkan secara subkutan dalam.

e. Vaksin yang telah disiapkan dalam semprit tidak dapat digunakan lagi setelah delapan jam karena alasan kontaminasi.

  • Anti bodi terbentuk 10 hari setelah penyuntikan vaksin. Efikasi Vaksin 95%.
  • Kontra Indikasi Vaksinasi Meningitis Wanita hamil, panas tinggi serta bagi mereka yang peka atau alergi terhadap fenol. 

 

Baca Juga : Biaya dan Tempat Vaksinasi untuk Umroh

 

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

a. Hampir tidak ada, kadang-kadang timbul bercak kemerahan (skin rash) yang sangat ringan dan dapat terjadi syok/renjatan anafilaksis.

b. Bila terjadi syok dapat diatasi dengan suntikan Adrenalin 1 : 1000 dengan dosis 0,2 – 0,3 cc secara intra muskuler (IM).

c. Untuk tindakan pengamanan, setelah dilakukan penyuntikan vaksin meningitis meningokokus tetravalen, pasien dianjurkan menunggu 30 menit.

Pencatatan Vaksinasi Meningitis

a. Bukti legal vaksinasi adalah International Certificate of Vaccination (ICV) yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Dalam hal tindakan vaksinasi dilakukan oleh petugas Pemeriksaan Kesehatan, maka perlu diterbitkan Surat Keterangan Imunisasi 21 Meningitis Meningokokus yang ditandatangani oleh Dokter Tim Pemeriksa Kesehatan.

c. Surat Keterangan Imunisasi Meningitis Meningokokus menjadi dasar penerbitan/legalisasi ICV oleh pihak yang berwenang di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Baca juga : Pemeriksaan kesehatan tahap kedua

d. Tim Pemeriksa dapat membantu mengisi data vaksinasi pada kartu International Certificate of Vaccination (ICV), meliputi : nama jemaah haji, nomor paspor (bila sudah ada), tanggal penyuntikan vaksin, nama vaksin, nomor vaksin (batch number), dan dosis.

e. Bagi jemaah haji yang tidak mempunyai bukti imunisasi Meningitis meningokokus tetravalen harus dilakukan penyuntikan vaksin di pelabuhan Embarkasi dan diberikan Cyprofloxacin 500 mg dosis tunggal sebagai profilaksis . Selanjutnya diterbitkan ICV untuk jemaah tersebut.

sumber : Buku Pemeriksaan Kesehatan Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *