Musim Panas saat musim haji berlangsung sampai tahun 2026 M

Berita

Kesehatanhaji.com – Musim panas pada musim haji akan berlangsung sampai tahun 2026 M. Selalu waspada

Dikutip dengan sedikit penyesuaian, dari :

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Penelitian Institut Wali Masjid Suci untuk Riset Haji dan Umrah menyatakan musim haji selama sepuluh tahun ke depan bertepatan dengan cuaca terpanas dalam satu tahun di Arab Saudi. Dilansir dari Al-Arabiya , Senin (21/3), bulan-bulan panas September, Agustus, Juli, dan Juni dalam sepuluh tahun mendatang akan menjadi waktu datangnya para peserta haji dari berbagai negara.
Melihat hal itu, penelitian tersebut memperingatkan para peserta haji dalam sepuluh tahun ke depan untuk bersiap-siap menghadapi musim panas nantinya. Terlebih paparan panas sinar matahari sering menjadi penyebab gangguan kesehatan bagi para peserta haji.
Tahun lalu, penelitian itu juga mencatat peningkatan cukup tinggi kasus korban gelombang panas matahari (tidak ada kejadian gelombang panas saat musim haji tahun lalu) selama musim haji. Beberapa penyakit musim panas pun diperkirakan akan memengaruhi aktivitas ibadah peserta haji pada musim-musim selanjutnya.
Berdasarkan penelitian, Makkah dan daerah-daerah di sekitarnya akan sangat panas dalam sepuluh tahun ke depan. Para periset memperingatkan peserta haji untuk menyiapkan berbagai hal-hal penting untuk berjaga-jaga menghadapi musim panas selama berhaji.
Para peserta haji dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Lebih baik mengenakan payung jika berada di luar ruangan, menutupi kepala, serta mengenakan pakaian berwarna terang. Diimbau pula agar jamaah haji banyak mengonsumsi air atau minuman ringan, dan saat mandi tetap menyalakan pendingin ruangan.
Penelitian tersebut menjelaskan tanda-tanda dari terlalu banyak terpapar sinar matahari adalah suhu badan yang meninggi, sakit kepala, kehilangan kesadaran, detak jantung meningkat, serta berkeringat deras.
Selama musim haji tahun lalu, tercatat 1014 kasus kelelahan karena suhu udara tinggi, 723 jamaah lemas karena paparan sinar matahari, serta 1737 alami luka karena suhu panas.
Red: Agung Sasongko
*******
Gelombang panas tidak terjadi pada tahun lalu. Musim panas di Arab Saudi ya seperti itu, tidak seperti kejadian Gelombang Panas Matahari di daerah India tahun lalu juga. Harus dibedakan istilah ini karena akan menjadi sesuatu yang membingungkan.
10 Tahun kedepan musim haji jatuh pada musim panas
Itu artinya sejak berita ini di keluarkan (2016) sampai tahun 2026 M. Menjadi tantangan bagi para petugas kesehatan haji Indonesia yang bertugas beberapa tahun mendatang.
Musim panas, selalu ada cerita di dalamnya. Petugas kesehatan haji diharapkan lebih aktif mengadakan penyuluhan tentang bagaimana menghindari dan mencegah penyakit akibat cuaca panas. Pengalaman tahun 2015 lalu, banyak jama’ah yang akhirnya mengalami heat-stroke karena mempunyai faktor resiko yang banyak, dan juga karena usia yang sudah lanjut, mereka ada yang sangat bandel ketika dinasehatin. Nah kalau seperti ini, sebaiknya petugas kesehatan haji selalu berkoordinasi dengan Kyai Kloter atau pendamping jama’ah tersebut (KBIH), untuk melakukan edukasi.
Semoga di tahun-tahun mendatang, pelayanan terhadap tamu Allah semakin baik. Petugas petugasnya lebih baik dan profesional. InsyaAllah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *