Jama’ah Haji Lansia akan bergelang GPS 2016

Berita
Kesehatanhaji.comBerita gembira, jama’ah haji lansia akan diberikan gelang ber-GPS. Bentuknya seperti apa, kita hanya bisa menebak seperti apa.
contoh produk komersil gelang ber-GPS
******
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Pemerintah melalui Kementerian Agama akan terus melakukan peningkatan pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia. Pelayanan yang akan ditingkatkan adalah untuk fasilitas makan jama’ah haji, pemondokan dan pelayanan katering.
Pemantauan Ketering Haji 2015 lalu – metrotv
Usai menghadiri rapat kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Jumat (4/3) Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin menjelaskan, “Ada tiga hal yang akan ditingkatkan kualitasnya, yaitu Fasilitas makan jamaah haji selama di Mekkah kita tingkatkan dari 12 kali menjadi 24 kali. Untuk pemondokan akan ditingkatkan kualitas hotelnya, juga kateringnya.”
Alhamdulillah, akhirnya tahun ini jatah makan jama’ah haji di Mekkah ditingkatkan menjadi 24 kali. Kejadian tahun lalu, sempat ada peristiwa kebakaran hotel karena kompor dibiarkan menyala saat jama’ah pergi ke Masjidil Haram. Selain jatah makan, hal yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara haji tahun ini adalah jenis makanannya. Apalagi kebanyakan jama’ah haji Indonesia adalah lansia, mereka tidak suka nasi yang agak keras seperti yang tahun lalu dihidangkan oleh pihak katering. Banyak yang akhirnya tidak dimakan dan memilih memasak sendiri beras dari Indonesia yang dibawa ke tanah suci. Para lansia biasanya maunya nasi yang agak ‘lemes’ atau agak empuk. Yang susah nanti petugas kesehatannya kalau jama’ah lansianya mogok makan :). Semoga bisa menjadi catatan penting bagi penyelenggara ibadah haji tahun ini.
Selain itu, menurut Menteri Lukman Hakim, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap jamaah yang kerap tersesat selama menunaikan ibadah haji, terutama mereka yang lanjut usia (lansia). Selama pelaksanaan ibadah haji 2015 sering terjadi jamaah yang tersesat.
“Untuk jamaah haji yang lansia akan kita berikan gelang dengan dilengkapi global positioning system atau GPS agar bila tersesat akan dapat dimonitor keberadaannya. Selagi orang tersebut masih di bumi maka akan tetap diketahui keberadaannya,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.
Masalah yang hampir tiap tahun ada, jama’ah tersesat. Inilah pentingnya menekankan bahwa setiap jama’ah yang akan keluar pemondokan tidak boleh sendirian, harus ada yang mendampingi yang lebih mengerti medan disana. Peran pendamping jama’ah dan KBIH sangat penting. Jangan sampai nanti jama’ah diajak beribadah sunnah oleh KBIH nya kemudian ditinggal pulang tanpa ditunggu dulu. Ini namanya KBIH yang tidak bertanggung jawab — Pengalaman tahun lalu –. Menjadi tugas berat bagi teman-teman yang berangkat sebagai petugas haji. Adanya gelang GPS akan sangat membantu sekali, sehingga jama’ah yang hilang bisa dengan cepat terlacak, kemudian dapat ditemukan dan kembali ke pemondokan dengan selamat.*
Selain itu, menurut Menteri Agama, pemerintah akan terus memperjuangkannya penambahan kuota jamaah haji asal Indonesia. “Saya terus perjuangkan penambahan kuota 10.000 jamaah kepada Raja Salman. Raja Salman memang sudah menjanjikan penambahan kuota saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo,” ujarnya. Menurut Lukman Hakim, karena masih direnovasinya Masjidil Haram maka kuota haji Indonesia masih akan terpangkas kuotanya 20 persen seperti tahun lalu. Demikin juga dengan kuota jamaah haji dari Provinsi Sumatera Selatan pada musim haji 2016 kuotanya tidak akan berbeda dengan kuota 2015 yaitu 5.040 jamaah.

Mari kita do’akan semoga renovasi Masjidil Haram cepat selesai, sehingga kuota haji Indonesia akan kembali normal dan antrian haji akan berkurang.*

Rep: Maspril Aries / Red: Damanhuri Zuhri
*Tambahan dari pengutip berita 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *