Jet Lag : Penyakit Akibat Penerbangan Jarak Jauh

Kesehatan Penerbangan
Masalah yang timbul pada penerbangan jarak jauh adalah gangguan psikofisiologik yang dikenal JET LAG, yang merupakan pertanda bahwa irama sirkadian memerlukan sinkronisasi siklus malam dan siang di tempat yang baru. Tahun lalu, saat penulis menjadi petugas kesehatan haji Indonesia 2015, sempat mengalami jetlag saat baru saja tiba di Madinah. Begitu juga begitu sampai di Indonesia.
Biasanya kalau di Arab Saudi kita bergiliran tidur jaga, mulai jam 20.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah pulang ke Indonesia baru bisa tidur pukul 24.00 WIB. Sempat bingung juga, karena tidak minum kopi, sudah makan cukup, tapi masih belum bisa tidur, gelisahpun tidak. Setelah brwosing di google dan konsultasi dengan salah seorang dokter haji, beliau menjelaskan bahwa itulah yang dinamakan JetLag. Selisih Waktu Indonesia Barat (WIB) dan Waktu Arab Saudi (WAS) adalah 4 jam, dimana WIB akan lebih cepat 4 jam daripada WAS. Kalau WIB pukul 12.00 WIB, maka di WAS adalah pukul 08.00 WAS. Karena terbiasa tidur jam 20.00 WAS atau kalau di WIB adalah pukul 24.00 WIB, maka penulis baru bisa tidur pukul 24.00 WIB dengan tanpa tahu apa yang sudah terjadi. Sekali lagi Irama sirkardian memegang peranan penting dalam hal ini. Subhanalloh
Sekitar 1 minggu kemudian penulis baru bisa menyesuaikan dengan irama sirkardian di Indonesia, karena kalau malam biasa begadang sih 🙂
Perbedaan zona waktu penyebab jet lag

Gejala yang paling menonjol adalah :

  • Kelelahan fisik dan mental,
  • Dehidrasi,
  • Penurunan energi, performance dan motivasi
  • Gangguan pola tidur.

Gejala menonjol tiap orang bisa berbeda, kalau penulis lebih ke gangguan pola tidur 🙂

Faktor – faktor yang dapat memperberat Jet Lag adalah :

  1. Kondisi kesehatan (sedang sakit),
  2. Stress mental dan fisik,
  3. Jumlah zona waktu yang dilewati atau lama penerbangan,
  4. Keadaan kabin penumpang (pengap, tekanan yang berubah-ubah, udara yang terlalu kering, minuman yang mengandung alkohol, terlalu lama duduk selama penerbangan).
dalam pesawat cnn id

Upaya yang dapat meringankan Jet Lag antara lain :

Diet Anti Jet Lag

Rumusan jadwal makan 4 hari menjelang keberangkatan:
  • Hari I : Makan pagi dan siang tinggi protein (telur, steak, buncis) Makan malam tinggi karbohidrat (kentang, spageti, dll)
  • Hari II : Puasa dalam arti makan ringan (salad, sop ringan, juice)
  • Hari III : Menu makanan seperti hari I Hari keberangkatan susunan makanan seperti hari ke II
  • Sesampai ditempat tujuan makan pagi, siang dan malam seperti biasa dengan jadwal waktu makan sesuai dengan waktu setempat pengaturan tugas terbang, ditetapkan rumusan status awak pesawat dengan jumlah jam terbang dan waktu istirahat.

Waktu istirahat, sebagai berikut:

  • Istirahat 12 jam, jika penerbangan lebih dari 11 jam
  • Istirahat 14 jam, jika penerbangan lebih dari 12 jam
  • Istirahat 14 jam, jika melintasi 4 zona waktu atau lebih
  • Istirahat 32 – 96 jam setelah melintasi 4 zona waktu atau lebih dan kembali ke tempat asal

Beberapa kiat untuk mengurangi kemungkinan terkena Jet Lag:

1) Sebelum melakukan perjalanan
Pastikan berangkat dalam keadaan rileks, bebas dari beban fisik, dan psikis dan tidak dalam keadaan sakit. Persiapkan segala keperluan jauh-jauh hari. Usahakan meminimalkan transit, tidur lebih awal, agar tetap bugar ketika berangkat.
2) Selama dalam perjalananBegitu naik pesawat, ubah waktu jam tangan anda sesuai dengan waktu negara tujuan, perbanyak minum air putih dan sari buah, tidur selama perjalanan dilakukan hanya waktu di tempat tujuan menyatakan demikian (malam), lakukan gerakan peregangan dan relaksasi otot-otot tubuh baik di tempat duduk maupun pada saat transit, lakukan sesekali jalan-jalan di dalam kabin, hindari minum kopi, alkohol & orange.
3) Di Tempat TujuanYang paling penting pertama kali anda lakukan adalah melakukan aktifitas seperti yang biasa dilakukan di rumah dengan menyesuaikan jam di tempat yang baru, termasuk waktu makan dan tidur.
Sumber : Modul TKHI Pelayanan Medis dan Asuhan Keperawatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *