Deed Vein Trombosis : Penyakit Akibat Penerbangan Jarak Jauh

Kesehatan Penerbangan
Apa yang dimaksud DVT? 
Deep vein thrombosis (DVT) merupakan pembentukan bekuan darah pada lumen vena dalam (deep vein) yang diikuti oleh reaksi inflamasi dinding pembuluh darah dan jaringan perivena, disebabkan oleh disfungsi endotel pembuluh darah, hiperkoagulabilitas dan gangguan aliran darah vena. 
Gejala DVT?
Tanda dan gejala DVT antara lain edema, nyeri dan perubahan warna kulit (phlegmasia alba dolens/milk leg, phlegmasia cerulea dolens/blue leg).  
perbedaan gejala DVT – Slideshare dot net
Faktor Resiko
Faktor resiko DVT antara lain  :
  1. Faktor demografi/lingkungan (usia tua, imobilitas yang lama/duduk lama), 
  2. Kelainan patologi (trauma, hiperkoagulabilitas kongenital, antiphospholipid syndrome, vena varikosa ekstremitas bawah, obesitas, riwayat tromboemboli vena, keganasan/kangker), 
  3. Kehamilan, 
  4. Tindakan bedah, 
  5. Obat-obatan (kontrasepsi hormonal, kortikosteroid)
Upaya Pencegahan apa yang dapat dilakukan? 
DVT dapat dicegah dengan memulai pola hidup sehat, seperti olahraga ringan agar tubuh tetap bergerak dan sirkulasi darah tetap terjaga, pola diet sehat, mengurangi berat badan bagi penderita obesitas, serta jangan merokok.
Bila anda memiliki resiko DVT dan berencana akan melakukan perjalanan panjang, misalnya naik pesawat untuk berhaji, maka pastikan anda memberitahukan rencana anda kepada orang terdekat dan kepada dokter. Pastikan anda meminum obat yang diberikan dokter tepat pada waktunya. Selama dalam perjalanan anda dapat melakukan kegiatan sederhana yang dapat mencegah terjadi DVT seperti perbanyak minum air putih dan sebisa mungkin hindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi. Tindakan pencegahan lainnya bisa dilakukan dengan menghindari konsumsi pil tidur, perbanyak gerak badan dan tungkai, berjalan singkat jika memungkinkan, dan gunakan stocking kompresi elastis.
Deep Vein Trombosis biasanya dibarengi dengan penyakit jantung, terutama tipe penyakit jantung koroner (akibat sumbatan trombus). Oleh karena lebih dari 60% yang menunaikan ibadah haji berusia 45 tahun keatas, maka akan sangat mungkin mewaspadai penyakit jantung koroner dan DVT juga.
Banyak sekali korban akibat penyakit DVT ini akibat dari penerbangan jarak jauh. Di Amerika serikat data kematian penumpang rata-rata 43–47 orang setiap tahun, dan dua pertiganya adalah pengidap penyakit jantung. Mengingat menunaikan ibadah haji adalah hak setiap muslim, dilaksanakan melalui persiapan yang cukup panjang, atas niat yang sangat luhur, tidak ada seorangpun yang berhak melarangnya. Oleh karena itu setiap dokter yang terkait dengan pelayanan jemaah haji harus memposisikan diri secara bijak dan dilandasi oleh niat untuk membantu setiap jemaah haji agar dapat melaksanakan ritual ibadahnya dengan khusuk dan dengan risiko yang sekecil-kecilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *