Bisa Berbahasa Arab dan Inggris : Sebuah Tuntutan Bagi Petugas Kesehatan Haji

Operasional
Kesehatanhaji.com – Petugas kesehatan haji diharapkan bisa melakukan percakapan ringkas dengan bahasa arab dan Inggris. Kemampuan berbahasa terutama bahasa arab adalah nilai plus bagi petugas kesehatan haji.

Kenapa dibutuhkan kemampuan bahasa Arab?

Kemampuan bahasa arab diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan orang-orang arab yang tidak mengerti bahasa Inggris. Menurut pengalaman penulis yang menjadi tim kesehatan haji Indonesia tahun 2015 kemarin, ternyata tidak semua orang arab yang bekerja atau tinggal di Mekkah ataupun Madinah mengerti bahasa inggris. Beberapa kali menaiki taksi yang supirnya tidak mengerti bahasa inggris, akhirnya terpaksa meminta orang lain untuk menterjemahkan atau menggunakan bahasa Isyarat. Terkesan lucu, tapi begitulah adanya.
Melayani jama’ah haji yang tersesat – foto : republika

Kemampuan bahasa Inggris juga penting, apalagi di Makkah dan Madinah terutama untuk komunikasi dengan petugas-petugas medis Arab yang memang mereka diwajibkan untuk bisa berbahasa Inggris.


Seberapa sering bahasa Arab digunakan oleh petugas kesehatan?

Petugas kesehatan haji, dalam hal ini tim kesehatan haji kloter maupun petugas kesehatan non-kloter (PPIH Kesehatan), adalah petugas yang mengurusi jama’ah haji Indonesia yang melaksanakan ibadah haji, terutama masalah kesehatan. Bahasa arab digunakan pada saat memesan taksi, naik taksi arab, melakukan rujukan ke Rumah Sakit Arab Saudi. Tentu akan kesulitan sekali apabila tidak mengerti bahasa arab.

Apakah sering, tentu saja akan sering. Apalagi kalau kebanyakan jemaah haji yang didampingi adalah jemaah haji yang memiliki resiko tinggi (jemaah resti), jemaah dengan cuci darah, jemaah dengan kelainan lain nya yang membutuhkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi, tentu bahasa pengantar bahasa Arab dan Inggris akan sangat diperlukan.

Pelayanan rujukan ke RSAS – foto : kemenag.go.id

Apakah sulit mempelajari bahasa Arab?

Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, sebagai seorang muslim yang setiap hari membaca Al-Qur’an, hal ini tidaklah sulit. Hanya yang perlu diperhatikan disini adalah bahasa yang diperlukan selama melayani jemaah haji adalah bahasa arab percakapan, bukan bahasa arab yang pasif seperti ilmu nahwu dan shorof. Jadi seharusnya lebih mudah dan ringkas. Kesimpulannya memang dibutuhkan panduan khusus untuk petugas dalam mempelajari bahasa arab ini. Logat atau gaya pengucapan juga harus diperhatikan, jangan sampai kita merasa tersinggung pada mereka yang mengucapkan bahasa arab dengan logat agak keras pengucapannya. Logat memang sulit sekali di ubah.

Adakah materi khusus pelatihan bahasa Arab saat pembekalan atau pelatihan?

Tentu saja ada materi bahasa arab singkat pada saat pelatihan, namun pengalaman tahun kemarin, tetap diperlukan buku khusus untuk menunjang percakapan dalam bahasa arab. Ada beberapa buku yang dijual khusus membahas masalah bahasa arab percakapan untuk Haji dan Umroh.
Nah, kebetulan saya menemukan ada beberapa buku yang rekomended untuk dimiliki petugas haji. Anda bisa membeli buku Buku Panduan Bahasa Arab Praktis untuk Haji dan Umroh atau kalau anda kesulitan saya siapkan download e-book panduan bahasa arab untuk petugas disini Hiwarhaji
Sebenarnya ada buku terbitan Kementrian Agama berjudul Percakapan praktis bahasa Indonesia, Inggris dan Arab bagi petugas Haji Indonesia, namun penulis merasa kesulitan memperoleh buku tersebut. Info terakhir yang penulis dapatkan buku tersebut dijual secara digital di Playstore. silahkan di cek.

Banyak keutamaan ketika kita bisa berbahasa Arab. Yang ingin berbagi ebook pelajaran bahasa arab untuk percapakan haji dan umroh silahkan tinggalkan kometar ya, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *