Awak Kabin bagi Jama’ah Haji Indonesia Menurut Peraturan Menteri Perhubungan

Penerbangan
Kesehatanhaji.com – Perjalanan haji adalah perjalanan yang mulia, hampir setiap muslim di dunia ingin melaksanakan melakukan perjalanan tersebut untuk menunaikan ibadah haji.

Saudi Arabian Airlines – Aviasi

Di Indonesia sendiri perjalanan haji telah dilakukan sejak lama, namun baru secara resmi di koordinasi oleh pemerintah adalah pada masa pemerintahan belanda pada tahun 1911 yaitu dengan didirikannya tempat karantina haji di Pulau Onrust Kepulauan Seribu saat ini. Perjalanan haji pada masa itu menggunakan kapal laut dan memakan waktu berbulan-bulan.

Saat ini, perjalanan haji dengan menggunakan kapal sudah ditinggalkan, walaupun mungkin masih ada yang melakukannya (Haji-backpacker). Perjalanan haji sekarang menggunakan alat transportasi udara yaitu dengan pesawat terbang. Pemakaian pesawat terbang sangat menghemat waktu, dulu perjalanan haji yang membutuhkan waktu berbulan-bulan dapat ditempuh hanya dalam waktu 10-12 jam perjalanan udara, sungguh kenikmatan yang sangat luar biasa.

Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat muslim Indonesia, semakin banyak umat Islam di negeri ini yang ingin pergi berhaji ke tanah suci. Kebutuhan transportasi udara meningkat, maka pemerintah Indonesia merasa perlu untuk mengatur perjalanan menggunakan pesawat untuk transportasi haji. Salah satu yang diatur oleh pemerintah adalah awak kabin pesawat haji.

Pasal 29 Permenhub No.1 Tahun 2013

Sesuai dengan Permenhub No. 1 tahun 2013 yaitu tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Udara Haji, pada pasal 29 dijelaskan bahwa setiap pesawat yang mengangkut jama’ah haji Indonesia harus mempunyai awak kabin sekurang-kurangnya 7 (tujuh) orang warga negara Indonesia yang diprioritaskan beragama Islam serta mampu memberikan pelayanan yang optimal, memberikan kemudahan kepada jama’ah haji dan bekerjasama  dengan petugas kloter dalam pemanfaatan fasilitas penerbangn serta bersikap ramah dan sopan.

Persyaratan tersebut dibuat agar para jama’ah merasa nyaman dengan pelayanan selama di pesawat, dan dapat khusuk beribadah selama dalam perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *