Tes Kebugaran MCU : Metode Rockport

Kesehatanhaji.com – Kali ini saya ingin mengupas tentang salah satu tes kebugaran untuk calon petugas kesehatan haji, yaitu tes rockport. Sebelumnya saya sudah membahas tentang tes kebugaran metode Harvard Test.

Tes Kebugaran adalah elemen dasar untuk menilai ketahanan dan kekuatan fisik seseorang. Melakukan tes kebugaran sangat baik untuk menilai sekaligus meningkatkan kinerja jantung, paru-paru dan otot.

Tes Kebugaran juga dapat diartikan sebagai tes daya tahan kardiorespirasi, tes kekuatan dan fleksibilitas otot. Oleh karena itu Tes Kebugaran ini dapat dijadikan faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan seseorang.

Manfaat Tes Kebugaran bagi Tubuh

  1. Dapat digunakan menilai Kebugaran seseorang
  2. Dapat digunakan untuk mencegah atau bahkan mengobati penyakit-penyakit yang menyebabkan kemunduran kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat dan atau penuaan
  3. Dapat melatih ketahanan fisik, kardiorespirasi sehingga baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru.
  4. Mencegah terjadinya Obesitas pada seseorang

Tes Kebugaran dapat mengukur tingkat kebugaran seseorang dengan mengukur volume seseorang dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan dan kapasitas maksimum (VO2 Maks). VO2 Maks adalah Oksigen maksimal yang dapat digunakan oleh tubuh manusia untuk melakukan aktivitas yang intensif. Biasanya VO2 Maks dinyatakan dalam satuan liter per menit atau mililiter/menit/kgBB.

Mengapa VO2 yang dipakai untuk mengukur kebugaran seseorang?

Semua sel tubuh memerlukan oksigen untuk menghasilkan aktivitas kontraksi, kalau secara faal bisa diasumsikan bahwa kontraksi otot memerlukan zat ATP (Adenosin Tri Phosphat) yang dihasilkan melalui proses yang melibatkan oksigen. Semakin banyak otot yang digunakan, maka semakin besar juga kebutuhan akan ATP ini, semakin besar pula kebutuhan akan oksigen untuk menghasilkan ATP. Jika suplay oksigen ke dalam sel tubuh manusia berkurang, tubuh manusia akan melakukan proses menghasilan ATP secara anaerob (tanpa oksigen). Proses menghasilkan ATP yang diperlukan otot untuk berkontraksi tanpa oksigen atau anaerob, akan menghasilakan produk sampingan yaitu berupa asam laktat. Asam laktat akan ditumpuk dalam sel otot, sehingga dalam kondisi yang sudah jenuh, akan terjadi respon kelelahan pada otot.

Tes kebugaran akan mengukur volume oksigen yang dikonsumsi seseorang dan juga kasipasitas maksimumnya (VO2 Maks). Tentu saja semakin besar volume oksigen yang dikonsumsi, maka akan semakin bugar seseorang. Semakin tinggi kapasitas maksimum (VO2 Maks) maka akan semakin bagus atau bugar seseorang.

Sebenarnya banyak cara untuk mengukur kebugaran seseorang, beberapa peneliti mempersyaratkan bahwa kegiatan fisik yang dilakukan harus memenuhi kriteria berikut :

  • Melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
  • Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung minimal 6 sampai 12 menit.

Nah, salah satu tes kemampuan itu adalah Tes Kebugaran dengan metode tes jalan Rockport. Tes kebugaran ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar.

Cara Melakukan Tes Kebugaran Tes Jalan Rockport

Tes Jalan Rockport merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik. Orang yang dites diminta berjalan secepat mungkin (sesuai kesanggupan) sejauh 1 mil, lalu dihitung waktu tempuhnya (dalam menit) dan denyut nadinya dalam satu menit. Tes ini dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk melakukannya oleh dokter pemeriksa. Tes ini mudah dilakukan, tidak memerlukan banyak peralatan, dan murah.

Alat yang digunakan :

  • Pengukur waktu : jam dengan penunjuk detik atau stopwatch
  • Lintasan halus sejauh 1 mil/1609 meter (bisa bolak-balik dengan total jarak 1 mil/1609 meter)

Persiapan tes

  • Lakukan skrining awal kesiapan melakukan tes dengan kuesioner PAR-Q, ketentuan kuosioner silahkan lihat pada link berikut.

Tata Kerja

  1. Catat data yang diperlukan untuk perhitungan : umur, jenis kelamin, berat badan
  2. Sebelum melakukan tes, lakukan peregangan seluruh tubuh terutama otot otot tungkai dan diakhiri dengan pemanasan berupa berjalan secara perlahan
  3. Berjalan cepat atau berlari secara konstan semampunya pada jarak yang telah ditentukan (1,6 km), pada lintasan yang datar : lurus atau berputar (lapangan bola standar : keliling 400 m)
  4. Peserta tes berdiri di belakang garis “start”.
  5. Setelah aba-aba “siap” peserta tes mengambil sikap start berdiri, siap untuk berjalan cepat atau berlari.
  6. Mulailah berjalan secepat mungkin (sesuai kesanggupan) sejauh 1 mil (1609 meter) pada lintasan yang disediakan.
  7. Catat waktu (dalam menit) yang diperlukan untuk menempuh jarak 1 mil
  8. Segera setelah selesai menempuh jarak 1 mil, hitung denyut nadi dalam 1 menit
  9. Hitung VO2max menggunakan rumus :

VO2 Max = 132.853 – (0.0769 × berat badan) – (0.3877 × umur) + (6.315 × jenis kelamin) – (3.2649 × waktu tempuh) – (0.1565 × denyut nadi)

Dengan :

  • Berat badan dalam Pound (1 kg = 2,2 Pound)
  • pria = 1; wanita = 0
  • waktu tempuh dalam menit, sampai perseratus menit (misal : 8 menit 30 detik ditulis 8,50 menit)
  • denyut nadi dalam kali/menit
  • umur dalam tahun

Interpretasi Tes kebugaran : Tes Jalan Rockport

interpretasi-tes-kebugaran-jalan-rockport

Tabel Hubungan waktu tempuh – VO2Max

Waktu tempuh dihitung setelah menyelesaikan jarak 1 mil/1,609 km. Catat waktu tempuh (menit & detik), dan dilihat ke tabel nilai VO2Max

tabel-waktu-tempuh-Vo2-max.jpg

Setelah mendapatkan nilai VO2max, tingkat daya tahan jantung-paru dapat diketahui dengan menggunakan tabel Klasifikasi kapasitas aerobik berdasarkan jenis kelamin dan usia.

tabel-klasifikasi-kapasitas-aerobik-menurut-aha.jpg

Contoh: Laki-laki 50 tahun, waktu tempuh 12 menit 30 detik (= 12,5 menit), maka : VO2Max = 31 . Kemudian lihat di tabel Laki-laki umur 50 -59, nilai 31 dengan kalsifikasi Kapasitas aerobic cukup

Seperti itulah gambaran dari Tes Kebugaran : Tes Jalan Metode Rockport. Beberapa saya sarikan dari Buku Pedoman Tehnis Pemeriksaan Jamaah Haji Indonesia. Apabila ada saran silahkan tinggalkan komentar

Update :

  • Informasi Lokasi Tes Rockport bisa dilakukan di puskesmas setempat yang ditunjuk untuk menyelenggarakan tes kesehatan calon jemaah haji.
  • Silahkan baca contoh format medical check up
  • Beberapa contoh Kartu Menuju Bugar CJH :

Terima kasih kepada teman-teman di Grup WA Embarkasi SUB 2015

About Syaifuddin Zuhri 133 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

11 Comments

  1. Tadi coba menghubungi beberapa puskesmas yg ada di sekitar kota Banda Aceh, Propinsi Aceh. Namun mereka tidak ada yg bisa melakukan tes Rockport. Tidak adakah rekomendasi dari Dinkes atau Kementerian Kesehatan Pak?

    • Maaf saya tidak tahu, silahkan bertanya kepada teman seperjuangan, krn memang tidak ada aturan pasti. Puskesmas biasanya bisa melakukan nya, krn tes ini wajib bagi cjh, namun tidak semua puskesmas ditunjuk dinkes untuk melakukan tes ini, silahkan menanyakan ke dinas kesehatan setempat

    • ada beberapa yang melakukan tes di BKOM UPT Dinkes Propinsi, silahkan menanyakan ke BKOM Dinas Provinsi setempat

  2. met mlm…. mau tya nie bgmn dgn tofel… sblm nya tdk ada syarat tofel 6bln terakhir…. yg terupload yg lma…. apakah bs qt lampirkan jg berkas yg baru… atau hya sesuai yg diupload sja… trimakasih..

    • biasanya puskesmas bisa melakukannya, silahkan menanyakan ke puskesmas terdekat. Kami tidak menjamin bisa, namun tahun2 kemarin ada pkhi yg bisa lolos menggunakan hasil tes rockport dari puskesmas

      • Untuk di jawa tengah dimana bisa melakukan tes kebugaran rockport?…kita banyak yang tidak tau tempatnya …teimksh

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar