Pembukaan Kembali Penerimaan TKHI Dokter 2017

Kesehatanhaji.com – Beberapa hari yang lalu, muncul screenshot surat dari Kementerian Kesehatan tentang pembukaan kembali penerimaan TKHI untuk formasi Dokter Kloter pada masa rekrutmen 2017 ini. Penambahan ini merupakan akibat dari pengembalian kuota jemaah haji Indonesia yang kembali menjadi normal dan mendapat penambahan 10.000 jemaah lagi. Selain itu, mungkin ada beberapa provinsi yang pendaftar untuk formasi TKHI Dokter sedikit dan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan kloter provinsi tersebut.

Surat tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan dan di tujukan kepada Dinas Kesehatan Provinsi yang terlampir dalam surat tersebut. Sayangnya, sampai berita ini dipublish, masih belum ada yang tahu isi lampiran tersebut. Lampiran tersebut berisi tentang daftar provinsi yang masih membutuhkan formasi Dokter untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) tahun 2017 M / 1438 H. Berikut Petikannya :

Berdasarkan hasil proses Seleksi Data Elektronik TKHI Kloter yang dilaksanakan samapi tanggal 11 Januari 2017 serta perkembangan kuota Jemaah Haji tahun 2017, masih terdapat kekurangan tenaga TKHI peminatan Dokter di beberapa provinsi. Menindaklanjuti hal tersebut maka akan dibuka kembali kesempatan bagi pendaftar TKHI peminatan Dokter yang sudah memiliki NF dan belum mengambil Nomor Registrasi (NR) tahun 2017.

Selanjutnya pendaftar dapat melengkapi data yang diminta sesuai dengan ketentuan berlaku (melengkapi data tes potensi, e-filling dan pengambilan NR). Pembukaan kembali pendaftaran mulai tanggal 16 s.d 24 Januari 2017, seleksi data elektronik tanggal 25 s.d 29 Januari 2017 dan pengiriman berkas serta MCU tanggal 30 Januari s.d 11 Februari 2017. Mohon Informasi ini dapat diteruskan kepada pihak terkait.

Atas Perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih

Ini merupakan kabar gembira, terutama bagi dokter yang sudah mengambil NF, dan berada pada provinsi yang masuk dalam lampiran surat tersebut. Masih berkesempatan untuk melanjutkan tahap pendaftaran TKHI Kloter.

Melayani jemaah haji merupakan kesempatan yang sangat jarang datang bagi seseorang, apalagi menjadi pelayan kesehatan haji di tanah suci. Melayani orang yang sedang menunaikan ibadah haji, mempermudah urusan para jemaah haji selama menunaikan ibadah haji, mengharapkan pahala dari hal tersebut adalah perbuatan yang sangat baik.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud dan yang lainnya; Hadits Sahih)

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu mengamalkan hadits di atas.

Info : untuk Provinsi Jawa Timur tidak termasuk dalam daftar tersebut (dari sumber terpercaya).

UPDATE : 

About Syaifuddin Zuhri 133 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar