Kantor Urusan Haji Indonesia Persiapkan Pelayanan Haji 2017

Kesehatanhaji.com – Kali ini ada kabar gembira dari KUHI (Kantor Urusan Haji Indonesia) Mekkah Arab Saudi, beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 27 Desember 2016 telah mengadakan rapat dengan pihak Muassasah Haji Asia Tenggara. Bagi yang belum mengetahui apa itu muassasah silahkan membaca artikel berikut.

Melakukan Rapat Evaluasi dengan Muassasah Asia Tenggara

Rapat tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji. Yang termasuk dievaluasi yaitu permasalahan pada puncak haji Arafah Mina (ARMINA). Permasalah tersebut seperti permasalah listrik yang sering padam, pendingin dalam tenda yang kurang, tidak atau minimnya kipas angin membuat kenyamanan jemaah haji menurun. Oleh karena itu dengan adanya pertemuan dengan Muassasah, berharap permasalahan tersebut bisa diatasi untuk pelayanan haji 2017 nanti.

Muassasah Menyediakan 50 Motor Gratis Bagi Petugas selama ARMINA

Permasalahan lain yaitu terkait dengan mobilisasi petugas di ARMINA dalam melayani jemaah haji yang cukup merepotkan, sehingga pelayanan kurang maksimal. Pihak Muassasah Asia Tenggara melalui Ketua M. Amin Indragiri, mengatakan bahwa pihak muassasah bersedia meyediakan generator pada tiap-tiap tenda agar permasalahan terkait dengan listrik bisa cepat teratasi.

Selain itu, muassasah juga bersedia menyiapkan 50 unit motor gratis dan 50 unit kursi roda gratis selama pelayanan di Arafah dan Mina. “kami siap menyediakan sepeda motor sebanyak 50 dan 50 kursi roda dengan gratis,” Ungkap M. Amin Indragiri.Pihak Muassasah juga siap meningkatkan kebersihan Kamar mandi, agar menambah kenyamanan jemaah haji Indonesia.

Rapat Tim Penjajakan Katering dengan Perusahaan Catering

Dalam rangka persiapan pelayanan catering Jemaah haji Indonesia Tahun 2017, tim penjajakan katering Agama RI pada perusahaan catering mengadakan pertemuan di Wisma Haji Makkah, Sabtu (24/12/2016) Pukul 14.00 Waktu Arab Saudi. Rapat tersebut dihadiri oleh 10 pimpinan perusahaan dan General Manager untuk pelayanan katering di tahun mendatang.

Dalam paparan tersebut Abdul Djamil menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan kepada Jemaah haji Indonesia secara maksimal di Makkah. Pemerintah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya.

”Perlunya untuk dilakukan persiapan-persiapan menyangkut menu yang lebih cocok dengan selera orang Indonesia,” ungkap Abdul DJamil. Menu yang cocok dengan lidah orang Indonesia adalah hal yang selalu diminta dalam pertemuan koordinasi katering pelayanan haji. Namun terkadang, sulit sekali memberikan cita rasa masakan Indonesia karena bahan-bahan masakannya harus di datangkan dari Indonesia, koki nya pun juga terkadang harus di datangkan dari Indonesia.

Masalah katering merupakan salah satu masalah yang disoroti oleh jemaah haji dan paling  sering terkena kritikan dari perwakilan KBIH maupun dari kloter. Keberadaan makanan dan minuman merupakan salah satu kebutuhan yang wajib dipenuhi demi kenyamanan jemaah haji Indonesia, sehingga apabila telat atau tidak sesuai maka pasti akan sensitif terkena sorotan.

Beliau mengharapkan Katering tahun 2017 ini meningkat dari tahun tahun sebelumnya. Distribusi makanan harus tepat waktu dan setiap kamar di hotel atau pemondokan disediakan heater untuk menghindari makanan basi.

Guna meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji, pada tahun 2017 ini direncanakan antara lain dengan menambah jumlah makan selama di Mekkah, dari 24 kali menjadi 26 kali dan pada pagi hari diberikan snack seperti yang dilakukan di Madinah. Snack pagi ini bisa digunakan sebagai pengganti sarapan.

Pelibatan Baladiy dalam pengawasan Katering

Selain pertemuan dengan perusahaan katering, Kantor Urusan Haji Jeddah mengadakan pertemuan dengan Direktur  Jenderal Kesehatan Lingkungan (Baladiyah), Mansur Balbaid dikantornya  Makkah ( 26/12)

Beberapa pokok pembicaraannya antara lain :

  1. Pengawasan Produksi Makanan dan Pendistribusian Katering oleh Pihak Kesehatan Lingkungan (Baladiy)
  2. Akses Perusahaan Katering ke Wilayah Arafah dan Mina dipermudah
  3. Izin membuka kafetaria di tiap tiap hotel atau pemondokan

 Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak Mansur Balbaid, namun terkait dengan izin mendirikan kafetaria di hotel atau pemondokan, maka izin nya kepada Dinas Pariwisata Saudi.

Semoga Pelayanan Haji tahun 2017 bisa lebih baik, dengan kuota haji yang bertambah, petugas haji yang juga insyaAllah bertambah, pelayanan bisa semakin baik.

sumber : KUHI

About Syaifuddin Zuhri 134 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar