Puluhan PKHI Ikhlas Tak Berhaji Tahun 2016 ini

menag-tinjau-kkhi
Menag Terharu Puluhan PKHI tidak beribadah haji di KKHI – foto: Okezone

 

 

MAKKAH – Rasa haru dan bangga disampaikan Menteri Agama (Menag) selaku amirul haj (pemimpin jamaah haji) Lukman Hakim Saifuddin terhadap komitmen para tenaga kesahatan untuk melayani para tamu Allah. Sejak di Tanah Air mereka telah berikrar untuk tidak berhaji meski berada di Tanah Suci selama lebih dari 60 hari.

Saya selaku Menag sangat bersyukur dengan apa yang dilakukan oleh tim kesehatan haji Indonesia secara keseluruhan. Alhamdulilah ini sudah sebagaimana yang direncanakan, bahkan saya amat sangat terharu sebagian mereka bahkan sejak di Tanah Air menyiapkan diri untuk tidak berhaji semata-mata demi untuk memberikan khidmat yang sepenuhnya kepada para jamaah haji kita. Ini sesuatu yang tentu sangat luar biasa karena didasari keikhlasan,” ujar Lukman Hakim saat meninjau kesiapan Klinik Kesehatan Indonesia (KKHI) jelang puncak haji di Makkah, Rabu kemarin.

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Anung Sugiantono dalam paparannya di depan rombongan Kemenag menyampaikan bahwa 70 tenaga kesehatan tidak akan ikut wukuf. Anung yang juga ditunjuk menjadi ketua Tim Asistensi Kemenkes dalam rangka pelayanan haji di Arab Saudi menjelaskan, mereka akan ditempatkan di pos-pos krusial pelayanan kesehatan seperti di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Kantor Daerah Kerja Makkah. “Mereka di standby-kan, tak ikut wukuf,” ujarnya.

Fase Armina (Arafah, Mina dan Mudzalifah) pada 9, 10, 11, 12, dan 13 Dhulhijjah dari tahun ke tahun selalu menjadi titik krusial pelaksanaan ibadah haji. Jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sana untuk melaksanakan wukuf, mabit dan melempar jumrah.

Cuaca ekstrim dan medan yang berat menjadikan banyak jamaah haji bertumbangan, bahkan tak sedikit yang menghembuskan napas terakhir. Anung yang juga ditunjuk menjadi ketua tim asistensi Kemenkes dalam rangka pelayanan haji di Arab Saudi menuturkan, pengorbanan 70 orang ini patut diapresiasi. Mereka rela berkorban demi membantu sesama. Mereka nantinya akan ditempatkan di pos-pos krusial pelayanan kesehatan seperti di klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI) dan Kantor Daerah Kerja Makkah.

Anung menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan skenario operasi Armina dan telah mengkomunikasikannya dengan tim perlindungan jamaah (Linjam) dari unsur TNI-Polri. Di Armina, tim Linjam akan berkolaborasi dengan tim gerak cepat Kemenkes untuk membantu jamaah yang membutuhkan pertolongan.

Di masing-masing maktab, sambung Anung, para tenaga medis akan standby di lima tenda yang telah disediakan dan berfungsi sebagai klinik. Tim juga akan di-back up 27 ambulans. Hingga saat ini peralatan dan perbekalan kesehatan telah dikirim, termasuk 25 oksigen konsentrat untuk ditempatkan di Arafah dan 10 unit di mina.

Jika Arafah selesai akan kita geser ke Mina dengan catatan transportasi memadai, untuk kepastian pasokan listrik sudah kami diskusikan dengan muassasah. Sudah kita siapkan skenario-skenario, ada beberapa terobosan,” ulasnya.

Selain perlengkapan layanan kesehatan, Anung juga memaparkan tenaga kesehatan yang tersedia akan dikerahkan seoptimal mungkin. Mereka juga sudah diberi pemahaman tentang tugas dan fungsi masing-masing selama di fase Armina.

“Teman-teman TKHI di sektor-sektor sudah kita berikan kejelasan mereka di mana dan apa yang dilakukan. Hari ini kami bagikan alat komunikasi bravo untuk memudahkan komunikasi. Ada 58 alat komunikasi, mudah-mudahan ini bisa memudahkan komunikasi kami untuk memudahkan pelayanan,” ungkapnya.

Usai mendengar paparan, Menag bersyukur persiapan jelang Armina sudah berjalan sesuai rencana. “Mudah-mudahan seluruh tim kesehatan kita senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan kesehatan sehingga terus berkemampuan membantu melayani jamaah haji kita yang mengalami gangguan kesehatan,” pungkasnya. (fzy)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/09/08/337/1484174/menag-terharu-puluhan-tenaga-kesehatan-ikhlas-tak-beribadah-haji

About Syaifuddin Zuhri 134 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar