Celah Bidan Agar Bisa Menjadi Petugas Kesehatan Haji

Saya tidak menjanjikan keberhasilan bidan untuk bisa lolos menjadi petugas kesehatan haji Indonesia. Akan tetapi, kami sampaikan celah yang mungkin bisa ditembus oleh bidan agar bisa mendaftar sebagai petugas kesehatan haji Indonesia.

Beberapa Celah yang mungkin ditembus agar Bidan bisa mendaftar menjadi petugas kesehatan haji Indonesia.

1. Bidan yang akan mendaftar harus memenuhi persyaratan umum sebagai Petugas Kesehatan Haji Indonesia. Ini jelas tertulis dalam lampiran PMK No. 25 Tahun 2013

Sepertinya memang semua harus semua harus patuh pada aturan yang dibuat pemerintah

2. Bidan mempunyai pendidikan minimal Sekolah Perawat Kesehatan (SPK);

Sekarang SPK mungkin sudah tidak ada, semua sudah melakukan penjurusan ke Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan, entah itu D3 atau S1. Jadi mungkin tidak mungkin bagi bidan-bidan yang baru lulus untuk jadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia, karena yang mungkin daftar untuk persyaratan ini adalah bidan lulusan era-SPK.

3. Bidan harus mempunyai sertifikat kegawat-daruratan keperawatan (BTLS, BCLS, BTCLS, BLS, PPGD, Emergency Nursing);

Mengapa kegawat-daruratan keperawatan? Karena nanti yang akan dihadapi selama bertugas ditanah suci paling banyak kegawatdaruratan keperawatan.

4. Memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan STR;

Setelah saya telusuri mungkin yang dimaksud bukan STR Bidan, tapi STR perawat. Ini celah, tapi sangat sulit sekali ditembus oleh Bidan lulusan SPK.

5. Memiliki Surat Izin Praktik (SIP) atau Surat Izin Kerja (SIK) yang masih berlaku;

Belum ada yang mencoba menembus celah ini, karena ternyata SIP dan SIK hanya berlakunya untuk perawat. Bidan lulusan SPK sepertinya juga akan sulit menembus celah ini.

6. Memiliki Integritas yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Organisasi Profesi.

Hampir tidak mungkin menembus celah ini. Saat ini Bidan dan Perawat mempunyai organisasi profesi sendiri-sendiri. Tentu saja organisasi profesi lain tidak akan mengeluarkan surat keterangan untuk profesi lain. Lha wong untuk profesi sendiri saja susah 🙂

7. Mahir menggunakan komputer dengan program MS Word, MS Excel dan Internet.

Celah yang terakhir ini yang paling mudah ditembus, tapi menurut saya paling tidak bermanfaat kalau syarat-syarat lainnya tidak memenuhi.

Itulah beberapa celah yang sulit ditembus bidan apabila ingin menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia.

About Syaifuddin Zuhri 133 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar