Bidan Boleh Daftar TKHI Tidak ?

Beberapa waktu yang lalu tidak sengaja ada salah seorang pengguna facebook yang nanya tentang masalah ini.

slideshare

Apakah bidan boleh daftar jadi TKHI?

Pertanyaannya bagus 🙂
Kalau daftar saya rasa boleh-boleh saja to, tapi pertanyaan selanjutnya adalah apa bisa?
Pertanyaan seperti ini seharusnya ditujukan kepada panitia rekrutmen PKHI, bisa apa tidak bidan mendaftar menjadi TKHI. Disini saya tidak akan menjawab secara lugas, tapi saya akan mengajak rekan2 sekalian mencari jawabannya bareng-bareng. Oke, mari kita mulai…
Setiap kebijakan tentu saja harus ada dasar peraturannya, apalagi kebijakan dalam pemerintahan, wajib ada kebijakan yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Sebelum tahun 2013, sistem rekrutmen PKHI menganut sistem offline, artinya pendaftaran melalui sistem kirim-berkas via pos. Sistem rekrutmen tersebut sangat memperlama pekerjaan seleksi petugas kesehatan haji.
Ada dua metode yang akan kita kerjakan untuk mengetahui hal ini yaitu : Praktik Langsung dan Analisa Peraturan
Pertama saya akan rekan-rekan semua untuk melakukan metode yang pertama yaitu Metode Praktik Langsung. Metode ini dilakukan dengan cara menulusuri secara langsung sistem rekrutmen PKHI online di puskeshaji
Tahap pertama masuk ke website puskeshaji
Klik BUAT AKUN

klik BUAT AKUN – untuk membuat akun
tab pertama : Baca dulu dan kemudian tekan tombol Next 

Tab Daftar Pembuatan Akun

Setelah menekan tombol Next akan masuk ke dalam Tab 2. Data Pribadi. Kemudian isi seluruh isian, dan pada bagian terakhir ada pilihan Profesi Tenaga Kesehatan / Non Kesehatan : PILIH PROFESI. Kolom yang akan muncul seperti terlihat pada gambar.

Cari Profesi Bidan
Cari Profesi Bidan
Cari Profesi Bidan

Ternyata Profesi Bidan, sudah tidak bisa mendaftar sebagai petugas kesehatan haji Indonesia. Formasi untuk bidan kelihatannya sudah dicoret dari awal pendaftaran Petugas Kesehatan Haji Indonesia. Sampai tahap ini kita dapat simpulkan bahwa profesi bidan tidak masuk dalam persyaratan sebagai tenaga haji indonesia. Jangan kecewa dulu, kita masih belum menelusuri jejak bidan dalam pelayanan kesehatan haji melalui peraturan-peraturan yang ada. Mungkin karena perbedaan Kompetensi Perawat dan Bidan kali ya. Pemerintah tidak mau dzolim, menempatkan profesi tidak pada tempatnya (kompetensinya). Lanjut ke Metode yang kedua…

Saya akan mengajak rekan petugas kesehatan masuk lebih dalam dengan menganalisis peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan rekrutmen PKHI.
Ada beberapa peraturan yang pernah mencatat bidan sebagai tenaga kesehatan haji. Misalnya : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 797/MENKES/SK/VII/2002 TENTANG PEDOMAN REKRUTMEN PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESI. Disana disebutkan Profesi bidan bisa menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia sebagai PPIH maupun TKHI.

 

 

Pada tahun 2006, Kemenkes mengeluarkan SK baru terkait dengan Pedoman Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji Indonesia. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 557/MENKES/SK/VII/2006 tentang Pedoman Perekrutan Petugas Kesehatan Haji Indonesia, Bidan masuk dalam persyaratan sebagai petugas kesehatan haji. Bidan masuk dalam formasi TKHI sebagai Tenaga Keperawatan (lihat foto). Kriteria Bidan yang bisa menjadi TKHI pada waktu itu adalah khusus Bidan PTT yang telah bertugas minimal 1 tahun. Pengalaman tersebut diharapkan bidan sudah terampil menanggani jemaah haji Indonesia pada waktu itu. Berbeda dengan peraturan sebelumnya, Permenkes No. 557/MENKES/SK.VII/2006 ini menghapus profesi bidan sebagai tenaga PPIH Kesehatan.
Seiring dengan berjalannya waktu, kebijakan pun berubah, peraturan yang terbaru tentang rekrutmen petugas kesehatan haji Indonesia yaitu Permenkes No. 25 Tahun 2013. Pada lampiran Permenkes tersebut, formasi yang dibutuhkan untuk TKHI adalah Dokter dan Perawat. Tidak ada lagi tenaga bidan.

Baca juga : Persyaratan Lengkap Terbaru Petugas Kesehatan Haji  Indonesia 2013

 

About Syaifuddin Zuhri 134 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

3 Comments

  1. Bagaimana dg nutrisionis atau ahli gizi pada puskesmas Rawat inap? Bisakah mendaftar sbg tkhi atau putih?

  2. Yah..begitulah nasib bidan diakui sbg tenkes garda terdepan u kesejahteraan bangsa tapi……..?

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar