Waspadai Penularan Penyakit Infeksi kepada Jama’ah Haji Indonesia

Kesehatanhaji.com – Penyakit menular menjadi salah satu masalah kesehatan bagi para calon jamaah haji.
Saat Thawaf seluruh jama’ah menjadi satu
Penyakit tersebut terutama yang berkaitan dengan penularan melalui saluran pernafasan dalam bentuk droplet antara lain tuberkulosis, meningitis, influenza, flu burung (Avian Influenza), SARS, flu babi (Swine-Flu), Mers-CoV, ebola dan lain-lain. Sedangkan penyakit yang ditularkan melalui saluran pencernaan antara lain kolera, tifus abdominalis, disentri, hepatitis dan poliomielitis (Polio).
gemmas – gerakan memakai masker untuk mencegah penyakit menular saat haji

 

Selain itu perlu diwaspadai penyakit menular dari Afrika yang mungkin terbawa oleh jamaah Afrika melalui vektor, seperti demam kuning dan tifus bercak wabah. Beberapa penyakit infeksi yang mempunyai potensi tinggi terinfeksi dan berbahaya selama menunaikan ibadah haji antara lain adalah :

1) Meningitis Meningokokus

Adanya calon jamaah haji yang berasal dari daerah yang endemis meningitis meningokokus merupakan sumber rantai penularan penyakit ini. Kepadatan yang terjadi selama menunaikan haji merupakan faktor risiko meningkatkan
penularan penyakit meningitis meningokokus. Pemerintah Arab Saudi sejak tahun 1987 mewajibkan setiap calon jamaah haji atau yang melakukan umroh harus mendapatkan vaksinasi meningitis meningokokus. Namun pada musim haji 2000 dan 2001 terjadi KLB meningitis meningokokus dengan jumlah penderita masing-masing 1300 dan 1109 orang. Lebih dari 50% penderita di atas disebabkan oleh karena N. meningitidis serogroup W135. Terjadi perubahan pola penyebab penyakit. Sejak tahun 2001 pemerintah Arab Saudi sudah diperkenalkan vaksin meningitis kuadrivalen. Namun demikian disadari bahwa ada kemungkinan munculnya strain liar yang fatal.


2) ISPA dan Influenza

ISPA merupakan proporsi penyakit terbesar (57%) pasien yang dirawat inap di RS Arab Saudi. Sementara data surveilans kesehatan haji Indonesia menunjukkan bahwa kasus ISPA (THT) merupakan yang terbanyak sebagai penyebab kunjungan ke sarana pelayanan kesehatan.
Studi tentang pola penyakit menunjukkan bahwa H. Influenza, K pneumonia, dan S pneumosia merupakan penyebab utama kejadia ISPA. Influensa merupakan penyakit yang sangat menular dan ada di Arab Saudi. WHO menganjurkan bahwa calon jamaah usia lanjut atau risiko infeksi influenza tinggi disarankan untuk mendapatkan vaksinasi. Beberapa studi menunjukkan bahwa insidens penyakit ini tinggi selama musim haji.
Seiring dengan meningkatnya kasus flu burung terutama dari beberapa daerah di Indonesia maka pengamatan dan pengenalan yang ketat terhadap gejala dan masa inkubasi harus dilakukan dengan baik terutama di embarkasi.

3) Polio

 
Pemerintah
Arab Saudi telah menyatakan bebas Polio sejak tahun 1995. Namun setelah terindentikasi kasus polio di Indonesia yang diduga dibawa dari Arab Saudi baik oleh Jamaah haji ataupun tenaga kerja wanita dari Arab Saudi, upaya lebih giat kini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini. Kasus polio dibawa oleh jamaah haji yang berasal dari negara yang belum bebas polio. Saat ini pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap pengunjung berusia kurang 15 tahun harus menunjukkan sertifikat vaksinasi polio.

4) Diare

Penyakit ini kerap menyerang jamaah haji Indonesia. Kloter embarkasi Solo pernah melaporkan kejadian luar biasa diare saat mau mendarat di debarkasi Solo. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan tingkat pengetahuan. Kebiasaan makan jajanan yang tidak terkontrol dan menyimpan makanan terlalu lama merupakan faktor risiko yang meningkatkan kejadian penyakit di atas.

5) Infeksi Melalui Cairan Tubuh

Penyakit yang kerap terjadi melalui cairan tubuh adalah penyakit hepatitis B, C dan HIV. Di Mekkah potensi penularan ini dapat terjadi karena jamaah haji banyak berasal dari daerah yang endemis hepatitis. Cara penularan yang mudah dapat terjadi melalui cukur rambut yang tidak bersih yang dilakukan selama menunaikan ibadah haji.

Itulah sebagian penyakit yang dapat menular kepada jama’ah haji Indonesia. Bagi calon petugas kesehatan haji Indonesia harap mewaspadainya. Sekarang pemerintah telah menetapkan istithaah kesehatan sehingga jamaah dengan penyakit tertentu tidak boleh naik haji lagi.
Sumber : Modul Pengendalian Kejadian Penyakit dalam Kloter – TKHI
About Syaifuddin Zuhri 134 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar