Sasaran dan Cara Visitasi TKHI dalam Kloter

Apa yang dimaksud dengan Visitasi?
Visitasi adalah upaya yang dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan jama’ah haji dan responnya serta bimbingan kesehatan di kelompok terbang (kloter) yang dilakukan setiap saat agar tercapainya jama’ah haji sehat.
Kegiatan Visitasi Jama’ah – jatim.kemenag.go.id
Siapa saja yang menjadi Sasaran Visitasi?
Sasaran Kegiatan Visitasi adalah semua jemaaah haji dengan prioritas jemaah usia lanjut dan jama’ah yang sakit.
 
Kapan dilakukan Visitasi?
Visitasi dilakukan selama operasional haji : di asrama embarkasi/debarkasi haji, pesawat dan di pemondokan Arab Saudi.

Kegiatan Visitasi apa saja sih?

Ringkasnya : pemantauan dan respon serta bimbingan kesehatan. Bisa berupa :
  1. Deteksi adanya masalah kesehatan (menderita sakit atau problem kesehatan lainnya)
  2. Deteksi kondisi yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, baik pada diri jama’ah, maupun kondisi lingkungan (jama’ah lain atau tempat tinggal)
  3. Timbul tindakan pemeriksaan, pengobatan dan pemeliharaan kesehatan
  4. Timbul tindakan preventif dan promotif dengan sasaran semua jama’ah dan diprioritaskan pada jama’ah usia lanjut serta jama’ah dengan penyakit yang secara epidemiologi terbukti menyebabkan kematian terbanyak itu penyakit sistem sirkulasi (hipertensi, infark miokard akut, penyakit jamtung koroner) dan sistem pernafasan (penyakit paru obstruktif kronik, udema paru)

Bagaimana Cara Pelaksanaan Visitasi di Kloter?
 
  1. Pada saat pelayanan klinik. Disamping melayani jama’ah yang sakit, dokter juga melakukan visitasi kepada orang-orang sekamar atau orang yang mengantar berobat.
  2. Visitasi ke kamar-kamar jama’ah yang terlah direncanakan dokter atau perawat dengan melakukan kunjungan ke tempat berkumpulnya jama’ah haji.
Cara Praktis Visitasi?
  • Bertemu dengan Karom (Ketua Rombongan)  untuk membahas 4 kegiatan diatas.
  • Melakukan pemeriksaan dengan melihat, bertanya dan melakukan pemeriksaan fisik bila diperlukan.

Tanda adanya masalah kesehatan (Poin ini tolong teman-teman sejawat perhatikan betul, akan banyak ditemukan di lapangan):

  1. Jama’ah usia lanjut terlihat menyendiri dan tidak ada keluarga
  2. Jama’ah usia lanjut mengeluh tidak bisa tidur, tidak mau makan, capai/lemas dan tidak kuat lagi ke masjid.
  3. Jama’ah batuk, demam penyakit menular akan cepat sekali menular dalam satu kamar.
  4. Kamar dengan penghuni padat orang atau barang tanpa ventilasi, pengap, panas
  5. Adanya beberapa jama’ah haji yang sakit dengan gejala yang sama yang menindikasikan adanya KLB
  • Visitasi tanpa rencana, biasanya dilakukan dalam rangka silaturahmi
  • Koordinasi dengan petugas kloter, karom, dan karu.
About Syaifuddin Zuhri 133 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar