Paspor Haji Indonesia dikeluarkan oleh Kementrian Kehakiman dan HAM

Kesehatanhaji.com – Setiap jama’ah haji Indonesia yang menunaikan ibadah haji menggunakan paspor haji yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman dan HAM.
Paspor Haji : Warna Hijau – Sulsel.kemenag.go.id
Pada tahun 2009 telah dikeluarkan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Agama dan Menteri Hukum dan HAM RI No. 2 Tahun 2009 dan Nomor M.HH-02.HM.0302 tentang penerbitan Paspor Biasa bagi jama’ah haji. Paspor biasa yang dimaksud adalah paspor yang berjumlah 48 halaman.

Mengapa 48 halaman? Tidak 24 Halaman? Apa bedanya?

Paspor 24 halaman dan 48 halaman berbeda fungsinya. Paspor 24 halaman biasanya digunakan untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sedangkan paspor 48 halaman untuk kunjungan biasa atau disebut sebagai Paspor biasa.

Dikutip dari penjelasan Kementrian Agama pada situs Lapor.go.id — Menteri Agama RI melalui suratnya Nomor: MA/42/2010 tanggal 4 Maret 2010 tentang Penerbitan Paspor Bagi Jemaah Haji Tahun 1431H/2010 M yang ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI telah meminta agar paspor yang digunakan oleh jemaah haji adalah paspor biasa 24 halaman, mengingat sebagian besar jemaah menggunakan paspornya hanya untuk keperluan ibadah haji.

Paspor Haji – citizen kompas
Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI melalui suratnya Nomor: M.HH.GR.01.01-08 tanggal 28 April 2010, dengan alasan karena berdasarkan Nota Diplomatik Kemenlu Arab Saudi dan Surat Edaran Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi Nomor: 649730 menegaskan bahwa yang dimaksud dengan paspor biasa (ordinary passport) bagi jemaah haji adalah paspor biasa 48 halaman.

Pada rapat persiapan penerbitan paspor biasa bagi jemaah haji antara Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag dan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, selalu diusulkan agar jemaah haji dapat menggunakan paspor biasa 24 halaman, namun Ditjen Imigrasi menyarankan agar jama’ah haji tetap menggunakan paspor biasa 48 halaman dengan pertimbangan untuk kenyamanan jama’ah pada saat pemeriksaan imigrasi di Arab Saudi, karena di Arab Saudi ada stigma bahwa paspor biasa 24 halaman adalah untuk TKI, di samping itu stok buku paspor biasa 24 halaman pada tiap-tiap Kantor Imigrasi belum tentu tersedia dalam jumlah yang cukup untuk melayani jemaah haji. Atas dasar rekomendasi dari hasil rapat tersebut maka Kementerian Agama membuat kebijakan bahwa paspor yang digunakan oleh jemaah haji adalah paspor biasa 48 halaman. Adapun untuk jemaah umrah, Kementerian Agama tidak membuat kebijakan terkait paspor yang digunakan karena proses pemvisaannya dilakukan oleh masing-masing travel penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU)/Provider.
— end  —

Pembagian paspor haji embarkasi SUB – metrotp
Jadi setiap jama’ah haji ataupun petugas haji Indonesia yang akan melakukan perjalanan haji ke Arab Saudi harus mempunyai paspor 48 Halaman. Bagi petugas yang sudah positif akan berangkat ke Tanah Suci, sebaiknya memang mengurus Paspor jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pelatihan petugas kesehatan haji (baik Integrasi ataupun pelatihan kompetensi). Hal ini mencegah terjadinya penundaan keberangkatan karena masalah paspor. Menjelang pemberangkatan haji, biasanya banyak sekali orang yang antri di kantor imigrasi untuk mengurus paspor.

Penting : Paspor Haji harus mempunyai nama dengan 3 kata

About Syaifuddin Zuhri 133 Articles
Seorang muslim, praktisi medis di sebuah rumah sakit provinsi, lulusan fakultas kedokteran Undip, alumni TKHI 2015 SUB 25

Be the first to comment

Kami bukan PANITIA REKRUTMEN, terima kasih telah menyesuaikan pertanyaan/komentar